HASIL PENELITIAN DAN CONTOH ANGKET
PENYESUAIAN
DIRI MENANTU PEREMPUAN YANG TINGGAL BERSAMA IBU MERTUA
Oleh:
Fiyyan Dana Aslama
Informan : Sasa (disamarkan)
Umur :
24 tahun
Deskripsi Kasus:
Sasa
dan suaminya adalah pasangan suami isteri yang baru menikah 6 bulan. Setelah menikah,
Sasa dan suaminya memutuskan untuk tinggal di rumah suaminya dengan ibu mertua
Sasa. Tetapi selama Sasa tinggal di rumah dengan ibu mertuanya, ia masih belum
bisa menyesuaikan diri yang membuat Sasa selalu merasa salah di mata ibu
mertuanya. Menurut Sasa, ia masih membutuhkan waktu, tetapi sikap ibu mertuanya
membuat Sasa merasa tertekan dan tidak nyaman.
Wawancara:
Keterangan: P: Peneliti
S: Sasa
P : Mbak, kamu kan tinggal sama mertuamu ya? (Terstruktur)
S : Iya
P : Gimana hubunganmu sama mertuamu
mbak, baik-baik aja atau kurang baik? (Terstruktur)
S : Aslinya ya kurang baik, tapi ya gak ada yang tau
P : Kurang baiknya gimana mbak? (Tidak terstruktur)
S : Ya wes kayak gitu, ibu kan suka
nyinyir. Aku itu harus bisa ini harus bisa itu, kalau gak sesuai sama yang dimau
suka nesu
P : Oalah, terus ada lagi gak mbak? (Tidak
terstruktur)
S : Biasanya itu masalah masak. Aku masak sayur apa gitu kadang gak dimakan, katanya ga doyan makanan kayak gitu
S : Biasanya itu masalah masak. Aku masak sayur apa gitu kadang gak dimakan, katanya ga doyan makanan kayak gitu
P : Oh gitu ya mbak, terus dengan
kejadian gitu bikin mbak nyaman apa enggak? (Terstruktur)
S : Gak nyaman sih
P : Kalau ibu lagi nesu atau nyinyir
gitu biasanya mbak ngapain? (Tidak terstruktur)
S : Ya aku diem aja, paling ya nanti cerita
ke suamiku
P : Kalau tak lihat dari ceritanya mbak
sasa tadi, mbak sasa ini gak cocok ya sama ibu mertuanya? (Tidak terstruktur)
S : Ya gimana mau cocok, sedikit-sedikit
salah soalnya ga sesuai sama yang dimau. Aku ya aslinya gak suka kalau sedikit-sedikit
dikometari gitu, masalah kecil kadang dibesar-besarin. Pokoknya aku salah terus
di matanya ibu
P : Oh iya-iya. Ya wes yang sabar ya
mbak
S : Iya
Observasi:
Saat
saya mewawancari narasumber, ia duduk di atas sofa dengan posisi kali menyila. Ia
menjawab semua pertanyaan saya dengan raut muka yang datar, tetapi ada beberapa
pertanyaan yang ia jawab dengan nada agak tinggi. Ia juga selalu menatap saya
saat menjawab semua pertanyaan, bahkan tangannya beberapa kali ikut bergerak
saat ia menjawab dengan nada agak tinggi.
Contoh
angket:
PERNYATAAN
KESEDIAAN MENJADI SUBJEK PENELITIAN
Dengan ini yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama (Inisial) :
Umur :
Usia Pernikahan :
Agama :
Menyatakan
kesediaan saya menjadi subjek penelitian untuk mengisi kuisioner. Demikian
surat pernyataan ini saya buat dengan kesadaran penuh tanpa paksaaan dari pihak
manapun untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Yogyakarta,
Ttd
PETUNJUK PENGISIAN
1. Isilah terlebih dahulu lembar pernyataan kesediaan
menjadi subjek penelitian, anda boleh menuliskan inisial saja pada kolom nama.
2. Baca dan pahami baik-baik setiap pernyataan, kemudian
anda diminta untuk memberi tanda ceklist (√)
pada salah satu kolom yang sesuai dengan keadaan diri anda.
3. Setiap orang memiliki jawaban yang berbeda, karena itu
pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri anda. Tidak ada jawaban yang
dianggap salah, semuanya bergantung pada kondisi yang anda rasakan/alami.
4. Pastikan tidak ada pernyataan yang terlewat/tidak
dijawab, sebab semua jawaban yang anda berikan akan mempengaruhi keberhasilan
penelitian kami secara keseluruhan.
5. Peneliti menjamin kerahasiaan, semua jawaban dan
identitas anda sesuai dengan kode etik penelitian.
6. Peneliti mengucapkan terimakasih atas kesediaan dan
partisipasi anda dalam membantu penelitian.
7.
Alternatif jawaban seperti yang
tertera dibawah ini :
·
SS : Sangat Sesuai
·
S : Sesuai
·
TS : Tidak Sesuai
·
STS : Sangat Tidak
Sesuai
8.
Contoh pengerjaan :
NO
|
PERNYATAAN
|
SS
|
S
|
TS
|
STS
|
1
|
Saya suka makan nasi
goreng
|
√
|
|||
2
|
Saya tidak suka bakso
|
√
|
NO
|
PERNYATAAN
|
SS
|
S
|
TS
|
STS
|
1.
|
Saya sepakat dengan suami tinggal bersama
mertua karena alasan tertentu.
|
||||
2.
|
Saya tidak pernah mempermasalahkan
perbedaan pendapat.
|
||||
3.
|
Saya memilih diam saat terjadi konflik.
|
||||
4.
|
Saya membantu pekerjaan tambahan saat
pekerjaan saya di rumah sudah selesai.
|
||||
5.
|
Saya menerima kelebihan dan kekurangan
dari mertua.
|
||||
6.
|
Saya saling menolong dengan anggota
keluarga lainnya.
|
||||
7.
|
Saya berbicara sopan kepda anggota
keluarga dalam kondisi apapun.
|
||||
8.
|
Saya mengikuti kegiatan masyarakat.
|
||||
9.
|
Saya memilih untuk membicarakan baik-
baik jika ada masalah.
|
||||
10.
|
Bagi saya teguran secara langsung sulit
untuk diterima.
|
||||
11.
|
Saya sulit dekat dengan keluarga suami.
|
||||
12.
|
Saya sering adu mulut dengan mertua.
|
||||
13.
|
Saya sering memaksakan diri hingga
kelelahan.
|
||||
14.
|
Saya berbicara seperlunya dengn mertua.
|
||||
15.
|
Saya cuek dengan anggota keluarga yang
sedang ada masalah.
|
||||
16.
|
Saya mengabaikan tamu mertua.
|
||||
17.
|
Saya enggan melakukan kebiasaan yang ada
di rumah.
|
||||
18.
|
Saya membiarkan masalah berlarut-larut.
|
||||
19.
|
Saya berusaha berlapang dada jika menerima
teguran dari mertua.
|
||||
20.
|
Saya berusaha berperilaku sesuai dengan
kebiasaan dalam keluarga suami.
|
||||
21.
|
Saya melakukan instropeksi diri saat
mendapat teguran.
|
||||
22.
|
Saya menyelesaikan pekerjaan rumah sesuai
kemampuan.
|
||||
23.
|
Saya sudah menganggap mertua seperti
orangtua saya sendiri.
|
||||
24.
|
Saya mendengarkan keluh kesah mertua
dengan senang hati.
|
||||
25.
|
Jika ada tamu saya ikut menyiapkan minum.
|
||||
26.
|
Saya meminta izin dan berpamitan saat akan pergi.
|
||||
27.
|
Saya mencari jalan keluar untuk setiap
permasalahan yang terjadi dalam keluarga.
|
||||
28.
|
Saya merasa tidak nyaman tinggal bersama
mertua.
|
||||
29.
|
Saya mengadu kepada suami tentang
perlakuan mertua.
|
||||
30.
|
Saya mengeluhkan perlakuan keluarga
kepada oranglain.
|
||||
31.
|
Bagi saya memenuhi permintaan mertua itu
sangatlah penting walaupun dengan terpaksa.
|
||||
32.
|
Saya saling diam dengan mertua saat terjadi
konflik.
|
||||
33.
|
Saya enggan membantu mertua dengan
kesibukannya.
|
||||
34.
|
Saya diam saat melintas didepan mertua.
|
||||
35.
|
Saya sering mencari alasan untuk tidak
mengikuti acara keluarga.
|
||||
36.
|
Saya sulit menyelesaikan masalah dengan
keluarga.
|
||||
37.
|
Saya berusaha menjaga sikap, meskipun saya
sedang emosi.
|
||||
38.
|
Saya mem-posting kekesalan
terhadap
mertua di sosmed.
|
Komentar
Posting Komentar